Jumat, 26 Juni 2015

Ilmu Budaya Dasar 1

Materi 3

Kesimpulan Materi 1 dan Materi 2

1. Kompetensi dasar apa yang ingin dicapai setelah belajar Ilmu Budaya Dasar(IBD)?

Jawab : 

Kompetensi yang ingin saya capai dengan sudut pandang saya sebagai mahasiswi dalam pembelajaran Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai penerus bangsa dapat berfikir secara demokrasi, kritis, logis, kreatif, dan memiliki empati sosial yang tinggi terhadap lingkungan disekitarnya apabila terjadi kesalahan dilingkungannya atau terjadi bencana dapat menyelesaikan masalah dan membantu secara bijaksana serta dengan kreatifitas yang dimilikinya.

2. Apa pendapat kalian tentang perbedaan suku-suku yang ada di Indonesia dapat bersatu menjadi suatu kesatuan yang disebut Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi Dasar Negara Indonesia?

Jawab :

Secara harfira “ Bhinneka Tunggal Ika” memiliki arti Berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
Menurut saya semboyan itu merupakan dasar untuk mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan dalam seluruh masyarakat Indonesia, dimana walaupun banyak perbedaan antar sesamanya namun dapat saling menghargai dan saling menolong antar masyarakat yang satu dengan yang lainnya tanpa memandang suku bangsa , agama , bangsa, adat istiadat , warna kulit , dll. Selain itu dengan adanya semboyan ini dapat mempererat dan memperkuat tali persaudaraan antar seluruh rakyat Indonesia.

3. Manakah yang benar, kebudayaan adalah produk manusia atau manusia adalah produk kebudayaan?elaskan!

Jawab :

Menurut saya kebudayaan adalah produk dari manusia, dikarenakan manusia sebagai pencipta dan juga pengguna dari kebudayaan yang ada pada saat ini. Jika  manusia adalah produk dari kebudaayaan bagaimana mungkin kebudayaan dapat muncul dengan sendirinya tanpa ada manusia yang menemukan atau mengadakan suatu budaya yang ada pada saat ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna diantara mahluk ciptaan  – Nya yang lain menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya pun dapat tercipta atau terbentuk dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

Penjelasan :

Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.
Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai :

  • Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
  • Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
  • Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia 
  • Pembeda manusia dan binatang
  • Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
  • Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain. 
  • Sebagai modal dasar pembangunan



Sabtu, 11 April 2015

Ilmu Budaya Dasar 1

Materi 2

Suku Gumai


Pengenalan Suku Gumai

Suku Gumai (Gumay) adalah salah satu suku yang mendiami beberapa daerah di kabupaten Lahat provinsi Sumatra Selatan. Suku Gumai terdiri dari 3 marga, yaitu Marga Gumai Talang, Marga Gumai Lembak dan Marga Gumai Ulu. Ketiga komunitas marga (klan) ini saling hidup berdampingan pada suatu wilayah yang menjadi cikal bakal kota Lahat. Ketiga marga ini hidup dalam satu adat, yaitu adat Gumai.
Setelah terbentuknya masa pemerintahan Republik Indonesia, wilayah adat marga suku Gumai dibagi menjadi dua kecamatan. Dan wilayah pemukiman ketiga marga ini pun terpisah oleh dua sebutan nama wilayah, yaitu kecamatan Pulau Pinang tempat beradanya Marga Gumai Lembak dan Gumai Ulu, sedangkan Gumai Talang menjadi bagian dari kecamatan Kota Lahat.


Marga Suku Gumai

Istilah marga yang pada awalnya adalah suatu istilah menyebut kan atau wilayah adat pada suku Gumai. Tetapi beberapa waktu belakangan ini, marga semakin penting fungsinya, karena saat ini beberapa anggota suku Gumai telah mencantumkan marga Gumai di belakang nama depannya. Misalnya Rudi Gumai atau Natalia Gumai. Penggunaan marga yang disandingkan dengan nama depan, menunjukkan tempat asal usul, keturunan maupun nama keluarga, yang menjadi identitas diri bagi masyarakat suku Gumai.
Peranan marga pada suku Gumai, merupakan suatu sistem hukum adat bagi masyarakat suku Gumai. Bagi ketiga marga Gumai, yaitu Marga Gumai Talang, Gumai Ulu dan Gumai Lembak, ini menjadi identitas bahwa mereka berasal dari satu rumpun yang sama.
Suku Gumai dalam meneruskan keturunan mereka berdasarkan sistem patrilineal, yang mana marga diturunkan berdasarkan garis keturunan bapak. Jadi sang anak menerus garis keturunan sang bapak menurut marga asal mereka.


Bahasa Suku Gumai

Bahasa yang diucapkan oleh masyarakat suku Gumai, disebut sebagai bahasa Lematang. Bahasa Lematang ini juga diucapkan oleh suku Lematang yang hidup di bagian lain di Sumatra Selatan. Walaupun suku Gumai berbicara dengan bahasa yang sama dengan suku Lematang, tetapi di antara kedua suku ini tidaklah Serumpun. Suku Gumai justru serumpun dengan suku Pasemah dan suku Semidang. Mereka juga memiliki aksara kuno, yaitu aksara ke-ge-nge (huruf rincung) yang disebut juga sebagai Surat Ulu.


Seni dan Kebudayaan Suku Gumai

Seni dan kebudayaan suku Gumai terdiri dari beberapa tari-tarian, lagu-lagu daerah dan sastra lisan, seperti guritan dan pantun bersahut serta pencak silat serta alat musik yang menjadi ciri khas suku Gumai yang berupa ginggungserdamrebab,kenung dan gong.


Agama Suku Gumai

Suku Gumai saat ini secara mayoritas adalah pemeluk agama Islam yang taat melaksanakan syariat dalam agama yang mereka anut.


Adat Istidat Suku Gumai

Salah satu upacara suku Gumai adalah Ritual Adat Sedekah, yang mengandung tradisi kuno seperti pada masa sebelum mereka memeluk agama Islam, yaitu beberapa upacara adat yang masih terkandung unsur animisme dan dinamisme, yang kemungkinan berasal dari masa nenek moyang mereka. Upacara ritual adat ini berupa sesaji yang terdiri dari bubur malam 14, bubur biasa, kue apam, lemang, punjung telur, daun sirih, daun gambir, kapur sirih, ayam putih kuning, ayam putih pucat dan cangkir-cangkir yang berisi air jernih. Adat sedekah malam 14 ini semacam suatu untuk berkomunikasi antara Jurai Kebali’an (seorang pimpinan Gumai) dengan Tuhan.


Asal-usul Suku Gumai

Tentang asal-usul suku Gumai ini, memiliki banyak versi yang rata-rata hanya cerita rakyat berbentuk mitos-mitos yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Namun diperkirakan suku Gumai ini adalah salah satu dari bangsa deutro malayan yang hijrah bermigrasi secara besar-besaran menuju asia tenggara, yang mana salah satu kelompok adalah suku Gumai yang mendarat di pantai Sumatra sebelah timur.
Salah satu cerita rakyat Gumai, adalah bahwa asal muasal keturunan suku Gumai pertama kali berawal dari bukit Siguntang. Dikisahkan tentang seorang yang bernama Diwe Gumai lah yang menjadi orang Gumai pertama, yang keturunannya menjadi masyarakat suku Gumai sekarang.
Cerita rakyat lain, mengisahkan bahwa suku Gumai sebenarnya masih berkerabat dengan suku Lampung, yang kemungkinan besar mereka satu nenek moyang dengan suku Lampung, atau bisa juga mereka berasal dari keturunan suku Lampung yang bermigrasi ke wilayah suku Gumai sekarang ini.
Kehidupan masyarakat Gumai bersifat gotong royong dalam usaha pertanian dan usaha kemasyarakatan lainnya. Pada masa dahulu, suku Gumai ini termasuk suku-bangsa yang menerapkan hidup secara nomaden yang mempraktekkan hidup secara berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, demi mencari lahan baru untuk membuka perladangan. Dahulu mereka juga berburu binatang liar di hutan untuk memenuhi sumber kehidupan mereka. Saat ini mereka telah memasuki era yang lebih maju, dan telah hidup menetap serta membuka lahan pertanian sawah dan perladangan.


Minggu, 15 Maret 2015

Ilmu Budaya Dasar 1

Materi 1

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

A.      Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Secara umum tentang Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Science Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin yaitu Humanus yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari The Humanities diharapkan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai Homo Humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu The Humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

B.       Perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar dengan pengetahuan budaya
Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.



C.  Tiga kelompok besar dalam ilmu dan pengetahuan

1.      Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi . Hasil penelitiannya 100 % benar dan 100 % salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.

2.      Ilmu-ilmu Sosial ( social science )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hash penelitiannya tidak mungkin 100 % benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.

3.      Pengetahuan budaya ( the humanities )
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pemyataan-pemyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan pemyatan-pemyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan., Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Pengetahuan budaya ( The Humanities ) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup kcahlian (disiplin) scni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kcahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik, dll. Sedang Ilmu Budaya Dasat ( Basic Humanities ) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain Ilmu Budaya dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut dengan Basic Humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa inggris disebut dengan istilah the humanities. pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk betbudaya ( homo humanus ), sedangkan Ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.